les privat jakarta-auditory-learners

Gaya Belajar Auditori

Tipe belajar auditorial atau aural learner adalah tipe belajar yang cenderung menerima informasi paling baik dan efektif dengan menggunakan indra pendengaran (audio). Ciri-cirinya, adalah:
Umum::

  • Suka mendengarkan musik
  • Lebih menyukai musik (seni suara) daripada gambar/lukisan
  • Mudah terganggu saat belajar/bekerja
  • Suka menggumam saat membaca
  • Sering berbicara sendiri saat belajar atau berpikir
  • Cenderung pandai bicara atau memilih kata-kata
  • Efektif jika belajar bersama-sama daripada belajar sendiri
  • Dapat menerangkan suatu hal dengan kalimat dan pembicaraan yang panjang
  • Lebih suka menelepon atau bicara langsung daripada mengirim SMS, memo, surat atau email
  • Lebih mudah mengingat apa yang didengar daripada apa yang dibacanya

Fisik dan penampilan::

  • Cenderung menggunakan pernapasan diafragma
  • Bola mata cenderung bergerak-gerak ke tengah (kiri dan kanan) saat berpikir

Cara bicara::

  • Tempo bicaranya sedang
  • Tutur bicaranya berirama (tidak monoton)
  • Intonasi suaranya sedang
  • Mudah mengatakan apa yang sedang dipikirkannya namun sulit menuangkannya dalam bentuk tertulis

Tips danStrategi bagi Pembelajar Auditorial
Kegiatan belajar akan lebih menyenangkan dan efektif apabila dilakukan “selaras” dengan tipe belajarnya. Berikut ini adalah tips dan strategi bagi anak agar sukses dalam belajarnya:

  • Bawalah voice recorder saat mendengarkan pelajaran. Ketika anak akan belajar atau melakukan kaji ulang (review) materi pelajaran tersebut untuk keperluan ulangan atau ujian besok, mereka dapat mendengarkannya kembali rekaman tadi. Dijamin daya ingat mereka akan meningkat drastis dan proses belajar akan lebih efektif dan menyenangkan.
  • Dampingilah anak dalam belajar melalui tanya jawab secara lisan
  • Presentasi ala “guru dan murid”

Setelah mereka selesai belajar, cobalah minta anak berakting menjadi seorang “guru” dan gantian anda yang jadi “muridnya”. Mintalah mereka menerangkan materi yang sudah dipelajari sebagaimana layaknya seorang guru  kepada muridnya di kelas. Jika anak sibuk, mintalah mereka melakukannya di depan cermin saja.

  • Lagukanlah apa yang ingin mereka ingat

Mereka yang mempunyai tipe dominan auditorial lebih merasa terbantu dengan adanya melodi atau lagu saat mengingat informasi. Khususnya berupa daftar pendek atau rumus matematika. Dalam teknik mengingat otak kanan, teknik ini sering desebut dengan Rhyme Peg atau Melody System.

  • Hindarkan “polusi suara” di sekitar tempat mereka belajar

Seorang auditorial sangat peka terhadap bunyi dan suara sehingga itu dapat mengganggu konsentrasi belajarnya. Hindarkan selalu “polusi suara” yang mungkin mengganggu mereka belajar, misalnya suara televisi, suara mesin jahit atau apa pun juga, bahkan air menetes. Jika mereka menyukainya, tentu lebih baik lagi jika anda putarkan musik yang lembut.

Berpikir dan mengingat sambil mengucapkannya keras-keras

Jika anak didik anda mengalami “kebuntuan” dalam berpikir dan belajar, mintalah mereka untuk meneriakan apa yang sedang dipelajari keras-keras. Rangsangan audio bagi mereka akan membuatnya menjadi lebih kreatif.

  • Gunakan Mind Map

Karena cara kerjanya sama dengan cara kerja alami otak kita, yaitu radian thinking (berpikir acak), maka mind map sangat berguna untuk kegiatan mencatat, meringkas dan kaji ulang bagi semua gaya belajar termasuk tipe auditorial.